Menurut Kantor Berita ABNA, kekerasan terhadap etnis Rohingnya masih terus berlanjut di Myanmar. Tidak hanya dilakukan oleh ekstrimis Budha, namun juga dilakukan oleh pihak kepolisian Myanmar. Hal tersebut memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia termasuk aktvis kemanusiaan yang getol membela HAM dan kebebasan. Berikut ini aksi demonstrasi yang mengecam terjadinya genocida di Myanmar terhadap etnis muslim Rohingnya yang dilakukan sejumlah warga muslim Bangladesh.
Dengan membawa spanduk bertuliskan rasa simpatik kepada warga etnis Rohingnya dan tuntutan agar genocida di Myanmar segera dihentikan, para pengunjuk rasa juga membawa spanduk yang bertuliskan selamat untuk umat Islam diseluruh dunia atas peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Saw.
Warga Muslim Bangladesh menekankan melalui aksi yang diikuti seratusan muslim Sunni dan Syiah tersebut bahwa umat Islam harus bersatu dan jangan dipecah belah melalui isu-isu perbedaan mazhab yang hanya akan melemahkan umat Islam.




